![]() |
|
|
|
Jum'at, 03 September 2010 17:15 |
|
16 November 2009 | 00:01 | Rileks
|
Yogyakarta - Sutradara film yang kini menulis buku berjudul SBY Superhero, Garin Nugroho, menyatakan buku perdananya tersebut murni berisi olok-olok politik.
Menurut Garin Nugroho, dalam bedah buku SBY Superhero di Yogyakarta, Minggu (15/11), buku berjenis emiktur (esai, komik dan karikatur) tersebut menegaskan bahwa olok-olok adalah katub dari semua kondisi yang dihadapi bangsa Indonesia dengan beragam masalah, namun tidak ada penyelesaian akhirnya.
"Seperti masalah KPK sekarang, masyarakat sepertinya disuguhi opera sabun dengan banyak tokoh yang berperan di dalamnya," katanya.
Ia berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mampu bertindak progresif dengan membuat terobosan dalam masalah tersebut dan tidak hanya mengandalkan konsensus.
"Jika tidak ada tindakan terobosan dari Presiden, masyarakat tidak akan tahu mana yang benar atau salah," katanya.
Sementara itu, seniman asal Yogyakarta Djoko Pekik menyatakan kebingungannya akan alasan Garin menggunakan kata superhero dalam buku tersebut. "Tetapi setelah membaca saya jadi tahu alasannya," katanya.
Ia berharap kondisi masyarakat Indonesia semakin baik begitu pula pemimpinnya.
Dalam bedah buku tersebut juga dimeriahkan pertunjukan sulap dari Tedjo Bagus yang menggambarkan "permainan" elite politik untuk meraih kemenangan.
"Saya lebih memilih main sulap untuk mengkritisi buku ini, karena belum pernah ada sebelumnya orang yang membedah buku melalui sulap," katanya setengah bercanda.
Permainan sulap yang dipertunjukkannya, antara lain menghilangkan barang dan juga menyulap sebuah barang menjadi barang dalam wujud lain.
(aka/ant)
Artikel, opini, suara pembaca, dan konsultasi hukum kirim ke redaksi@primaironline.com
Informasi pemasangan iklan hubungi Septaningsih di septa@primaironline.com, Telepon/Fax (+62 21) 52960435, hp 08129408797
|




