|
|
Kamis, 09 September 2010 21:27 |
|
09 Februari 2010 | 12:10 | Politik
|
Jakarta - Pengamat politik Muhammad Qodari menyatakan, laporan awal dari fraksi-fraksi dalam kasus Bank Century membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sulit tidur.
"SBY dalam posisi kritis, kelimpungan. Posisi SBY di ujung tanduk," kata Qodari di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/2).
Oleh karenanya, kata dia, akan ada peluang dan ruang untuk melakukan negosiasi baik oleh SBY maupun Partai Demokrat. Selain itu, laporan awal pansus merupakan 65 persen dari perjalanan pansus.
"Ada ruang untuk nego dan itu terbuka, tapi sulit balik badan bagi partai yang telah menyatakan bahwa kasus Bank Century bermasalah," ungkap dia.
Terkait adanya ancaman untuk dilakukannya reshuffle terkait pansus Bank Century, Qodari menilai, langkah tersebut sangat salah dan bisa menyerang balik kepada Presiden SBY.
"Ancaman reshuffle salah besar. Reshuffle itu dalam konteks kinerja, bukan alasan politis. Kalau saya menjadi SBY, saya ketemu di balik layar dan bilang akan ganti menteri kamu," ungkap Direktur Eksekutif Indobarometer ini.
Lebih lanjut, Qodari meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa mensinkronkan temuan pansus dengan kerja KPK. "KPK masih normatif, KPK harus dikejar karena sangat menentukan. Kotak pandora ini baru sedikit terbuka," ujar Qodari.
(new)
Artikel, opini, suara pembaca, dan konsultasi hukum kirim ke redaksi@primaironline.com
Informasi pemasangan iklan hubungi Septaningsih di septa@primaironline.com, Telepon/Fax (+62 21) 52960435, hp 08129408797
|



