PrimairOnline
Kamis, 09 September 2010 21:22
website page counter
09 Februari 2010 | 10:50 | Sipil
Ukuran Huruf Decrease Font Size Increase Font Size
Wartawan (Portaltiga/Primair)

Padang - Pers Indonesia diingatkan dalam menjalankan peran bisnisnya jangan sampai melacur hingga menggadaikan idealisme mereka.

"Pers bisnis itu sudah terjadi di mana-mana saat ini. Yang penting, pers jangan sampai tergadai," kata Cendekiawan Muslim Sumatra Barat Shofwan Karim Elha, ketika dimintai tanggapan soal hari Pers Nasional di Padang, Selasa (9/2).

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumbar itu mengharapkan dalam menjalankan peran idealnya, insan pers harus senantiasa melakukan koreksi diri. Salah satu caranya adalah dengan terus meningkatkan sumber daya manusia.

Shofwan melihat, UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sebenarnya sudah membawa perkembangan yang baik bagi pers Indonesia. Pers kini tumbuh menjadi lokomotif demokrasi yang luar biasa.

"Ketika ada orang menganggap pers sudah kebablasan, barangkali orang melihatnya dari perspektif tertentu dan pada media tertentu," kata mantan ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumbar itu.

Menurut dia, pers Indonesia saat ini tidak bisa digeneralisir karena memiliki genre berbeda. Ada pers pembangunan, pers keagamaan, pers yang menjalankan citizen journalism, dan media internet.

Jurnalis dalam melaksanakan tugas-tugasnya, kata Shofwan, amat tergantung dari orang-orang yang mengendalikannya. Ini juga tidak terlepas dari label pers independen dan pers partisan.

Dia mencontohkan ada media yang secara terang-terangan memosisikan diri sebagai antikekuasaan. Di lain pihak, ada pers yang terang-terangan membela pemerintah.

(new/ant)

Dibaca: 140 kali

Artikel, opini, suara pembaca, dan konsultasi hukum kirim ke redaksi@primaironline.com

Informasi pemasangan iklan hubungi Septaningsih di septa@primaironline.com, Telepon/Fax (+62 21) 52960435, hp 08129408797


Reload Image
Code:



 


A1 Web Links - Feed Burner
LiveRank.org
RSS Facebook Group Twitter