![]() |
|
|
|
Kamis, 09 September 2010 21:44 |
|
09 Februari 2010 | 13:20 | Sipil
|
Jakarta - Ratusan wartawan yang terdiri dari Poros Wartawan Jakarta dan Forum Wartawan Berita Kota melakukan aksi demo di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (9/2).
Dalam aksinya mereka membentang poster setinggi 5 meter yang berisikan tuntutan tolak tindak kekerasan terhadap pekerja jurnalis, perluas akses informasi kepada jurnalis, berikan sanksi tegas kepada pimpinan media yang mengekang kebebasan serikat pekerja bagi jurnalistik.
Sementera itu, sejumlah poster lainnya yang dibawa Forum Wartawan Berita Kota yang berisikan menuntut bentuk serikat pekerja di semua media, berikan upah layak bagi pekerja jurnalis dan Pers milik publik bukan milik penguasa. dan lawan kapitalis.
Para aksi tersebut dalam orasinya mengatakan bahwa jaminan kesehatan bagi pekerja jurnalis yang penting para pengusaha kurang optimal memberikan jaminan kesehatan para pekerja jurnalis, kemudian hak pekerja jurnalis agar tidak diberikan jam kerja mulai 21.00 sampai 07.00. Hak cuti hamil.
"Padahal kita tahu bahwa pekerja jurnalis perempuan yang sedang mengandung perlu jaminan kesehatan, bayi yang dikandungan bakal menjadi generasi bangsa in. Jika tidak berikan jaminan kesehatan berapa banyak lagi pekerja jurnalis yang tidak tertolong karena tidak ada jaminan kesehatan."kata Febri, salah satu anggota PWJ.
Sementara itu Ketua Forum Wartawan Berita Kota pemutusan hubungan pekerja sebanyak 144 orang secara sepihak adalah bentuk kesewenangan para pengusaha tanpa dilakukan dialogis padahal sejumlah aset yang dimiliki pemilik Berita Kota tidak diaudit.
Mereka akan menggugat pemilik Berita Kota yang mengalihkan dan menjualnya kepada pihak lain. "Pemilik Berita kota tidak melakukan dialogis kepada pekerja jurnalis," katanya.
(new)
Artikel, opini, suara pembaca, dan konsultasi hukum kirim ke redaksi@primaironline.com
Informasi pemasangan iklan hubungi Septaningsih di septa@primaironline.com, Telepon/Fax (+62 21) 52960435, hp 08129408797
|




