![]() |
|
|
|
Kamis, 09 September 2010 21:24 |
|
09 Februari 2010 | 10:07 | Sipil
|
Palembang - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan sekolah jurnalistik, Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI), antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dengan Kementerian Pendidikan Nasional, UNESCO dan Pemerintah Daerah.
Acara penandatanganan itu dilakukan antara Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono dengan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin dan Direktur UNESCO dalam peringatan puncak ke- 64 Hari Pers Nasional (HPN) di Palembang, Selasa pagi (9/2).
Pada Januari lalu, Ketua PWI Pusat Margiono seusai pertemuan dengan Kepala Negara di Kantor Kepresidenan mengatakan bahwa PWI membentuk sekolah jurnalistik Indonesia di enam kota yaitu Jakarta, Semarang, Ujung Pandang, Samarinda, Palembang dan Riau.
Di masa mendatang, diharapkan setiap provinsi akan memiliki sekolah jurnalistik sehingga mendorong perkembangan pers Indonesia lebih baik.
Selain penandatanganan MoU SJI, menurut keterangan anggota tim penilai pemberian penghargaan Priyambodo RH, dalam peringatan puncak HPN itu juga dilakukan penyerahan sejumlah penghargaan jurnalistik antara lain penghargaan Number One Press Card (Kartu Press Nomor Satu), Adinegoro, dan Anugeran Spirit Jurnalisme dan Pena Emas.
(new/ant)
Artikel, opini, suara pembaca, dan konsultasi hukum kirim ke redaksi@primaironline.com
Informasi pemasangan iklan hubungi Septaningsih di septa@primaironline.com, Telepon/Fax (+62 21) 52960435, hp 08129408797
|




