PrimairOnline
Kamis, 09 September 2010 11:45
14 Mei 2009 | 23:14 | Seremonia
Ukuran Huruf Decrease Font Size Increase Font Size
Istimewa

"Obama berpotensi menjadi presiden yang progresif dan transformatif pertama sejak Lyndon Johnson," demikian ditulis oleh Robert Kuttner dalam buku Obama's Challenge: A Transformative Opputunity (Chelsea Green Publishing, 2008)

Kalimat itu yang mendorong Wawan Purwanto, penulis buku Obama, Islam dan Gaza, yang diluncurkan di Jakarta, Kamis (14/5).

Kemenangan Barack Obama pada pemilu AS 4 November 2008, dicatat dengan tinta emas dalam sejarah bangsa Amerika. Pasalnya, menurut Wawan, sebagai presiden kulit hitam pertama, Obama mampu mematahkan dominasi kulit putih, anglo-saxon, Protestan, dan Katholik. Obama pun mampu mewujudkan mimpi Amerika.

Di usianya yang relatif muda, 47 tahun, Obama juga mampu membangkitkan spirit para pemilih AS sehingga partisipasi mereka melonjak drastis, mencapai 135 juta orang. Melalui pidatonya dengan mantra: Change, We Can Believe In, seolah 'menyihir' para pemilih.

Wawan mengungkapkan,  di negeri Paman Sam itu, tua dan muda, hitam dan putih, rela mengantri dengan tertib, mengular di tempat pemungutan suara.

Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, Obama bakal mencetak angka tinggi. Obama memperoleh 66.882.230 (52 persen) popular votes dan 365 electoral votes. Dia mengungguli rivalnya dari Partai Republik, John McCain, yang mendapatkan 58.343.671 (46 persen) popular votes dan 173 electoral votes.

Kiat Obama, menurut Wawan, ia mampu memberikan perlindungan bagi warga negara, sesuatu yang salah dan gagal dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya. Tanpa memberikan janji untuk menyelesaikan seluruh persoalan bangsa Amerika, Obama bertekad akan bersama seluruh bangsa Amerika mengatasi setiap persoalan.

Dan benar, impian Obama menuju Gedung Putih akhirnya terwujud. Obama terpilih sebagai presiden ke-44 Amerika Serikat, presiden pertama berdarah Afrika-Amerika di tengah-tengah goncangan krisis ekonomi hebat dan dua perang yang masih berkecamuk.

Bagi bangsa Indonesia, Obama tentu diharapkan mampu meningkatkan hubungan bilateral yang positif dengan indonesia. Yaitu, mewujudkan hubungan bilateral dan keuntungan, baik bagi bangsa Indonesia maupun Amerika Serikat.

Indonesia, kata Wawan, menginginkan AS terus meningkatkan peranannya untuk benar-benar membangun perdamaian dan keamanan dunia. Juga membangun  perekonomian dunia yang adil, serta kerjasama global untuk menanggulangi perubahan iklim maupun pemanasan global.

"Indonesia berharap agar AS di bawah kepemimpinan yang baru, berdiri di depan dengan mengambil langkah-langkah nyata untuk mengatasi krisi keuangan global," ujar Wawan.

(Advertorial)

Dibaca: 277 kali

Artikel, opini, suara pembaca, dan konsultasi hukum kirim ke redaksi@primaironline.com

Informasi pemasangan iklan hubungi Septaningsih di septa@primaironline.com, Telepon/Fax (+62 21) 52960435, hp 08129408797


 


A1 Web Links - Feed Burner
LiveRank.org
RSS Facebook Group Twitter